Filosofi Dan Makna Di Balik Lomba Yang Diadakan Pada 17 AGustus
Beragam permainan yang kerap menjadi lomba 17an kompleks perumahan pada
perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia mengandung filosofi yang
cukup dalam, selain dari umur lomba tersebut yang sudah cukup lama.
Simak ulasan berikut untuk mengetahui filosofi serta maknanya.
Perayaan
Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada
tanggal 17 Agustus selalu diwarnai oleh berbagai lomba yang seru dan
menyenangkan ditambah mengundang keceriaan anak-anak.
Masyarakat
pun begitu antusias ingin memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang
berhasil diperjuangkan dengan cara yang mengasyikan. Beragam permainan
yang kerap diperlombakan pada perayaan hari kemerdekaan Republik
Indonesia mengandung filosofi yang cukup dalam.
Daftar Lomba 17an Kompleks Beserta Filosofi dan Makna yang Dimilikinya
Biasanya,
di perumahan juga akan mengadakan lomba 17an kompleks yang turut
dimeriahkan oleh masyarakat sekitar. Lalu, apa saja lomba 17 Agustus
yang memiliki filosofi tertentu? Mari simak maknanya di bawah ini:
1. Panjat Pinang
Di
kompleks perumahan, lomba panjat pinang merupakan salah satu yang
paling populer dalam lomba 17an kompleks. Permainan ini berupa sebuah
pohon pinang yang tinggi dilumuri oleh pelumas dan bagian atas pohon
tersebut disiapkan berbagai hadiah menarik.
Hadiah-hadiah
menarik inilah yang membuat peserta berlomba untuk mendapatkan
hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Filosofi dari
lomba ini adalah semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mencapai
suatu tujuan. Coba saja lihat dari semangat peserta menaiki pohon pinang
untuk meraih hadiah tapi dengan kerjasama tim yang kuat.
Selain
itu, lomba panjat pinang mengandung makna yang berarti Bangsa Indonesia
yang tidak pernah menyerah meskipun negara berada dalam keadaan krisis.
Diharapkan, semua masyarakat bersatu dan berpikir bagaimana cara untuk
menaikkan martabat, seperti yang terjadi pada lomba panjat pinang.
2. Tarik Tambang
Permainan
tarik tambang ini masih dimainkan untuk mengajak keluarga-keluarga yang
ada di beberapa Rukun Tetangga untuk memeriahkan dan ikut dalam lomba
17an kompleks ini. Permainan ini melibatkan dua regu dengan beberapa
peserta, baik lelaki maupun wanita.
Dua
regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang
erat sebuah tali tambang. Kemudian masing-masing regu menarik tali
tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis
pembatas. Ini menandakan semangat persatuan bisa membantu mengalahkan
lawan.
Selain
itu, tarik tambang mengajarkan adanya kerja keras dan taktik supaya
bisa menumbangkan lawan. Hal ini juga memiliki filosofi makna persatuan
dan kerja keras bangsa dalam merebutkan “tambang” kemerdekaan secara
bersama.
3. Makan Kerupuk
Perlombaan
yang satu ini juga menjadi populer di kalangan masyarakat. Seringkali
bersama keluarga, orang berpartisipasi mengikuti perlombaan ini lantaran
keseruannya, walaupun lomba ini sudah berulang kali dimainkan.
Di
lomba ini, para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing
dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis
kerupuknya. Kegiatan ini mengajarkan betapa masyarakat tetap bersemangat
meskipun dalam penjajahan dan didera kesulitan pangan, sandang, dan
papan, akibat hasil panen utama yang diambil kaum penjajah. Dengan
simbol rasa semangat itu juga para masyarakat meghadirkan kembali dalam
perlombaan ini sebagai pengingat mereka akan kondisi yang terjadi di
masa penjajahan.
4. Balap Karung
Balap
karung merupakan lomba tradisional yang hingga kini masih terkenal dan
populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Pada perlombaan ini
aturan mainnya adalah peserta memasukkan bagian bawah badannya ke dalam
karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.
Rakyat
pada zaman penjajahan menggunakan pakaian dengan bahan karung goni
seperti halnya karung goni yang dipakai saat balap karung. Ini juga
merupakan pengibaratan kesulitan yang dialami rakyat selama zaman
penjajahan.
Jadi,
bisa dikatakan bahwa perlombaan ini memiliki filosofi yang berarti
“sesulit apapun keadaan ketika masa kemerdekaan, masyarakat tetap
bersemangat meraihnya, walaupun harus dengan jatuh bangun hingga
terluka.”
5. Balap Bakiak
Perlombaan
yang satu ini memiliki aturan main berupa peserta menggunakan bakiak
besar dengan timnya dan bersama-sama mencapai garis finish dengan cepat.
Permainan ini bisa dimainkan bersama keluarga maupun teman-teman saat
perayaan lomba 17an kompleks.
Balap
bakiak ini bahkan bisa dimainkan oleh orang dewasa. Itu berarti,
kerjasama akan dibutuhkan pada setiap golongan masyarakat. Apabila
Bangsa Indonesia bekerja bersama satu dan lainnya, tujuan juga akan
dengan mudah dicapai dengan cepat.
Selain jenis
perlombaan di atas, masih ada beberapa lomba 17an kompleks beserta makna
lainnya. Tapi, dari kesemuanya memiliki peran dalam membentuk
kebersamaan dan kerjasama antar tim atau masyarakat.
Hal
ini juga ditemukan dalam zaman pra-kemerdekaan. Jadi, dengan mengikuti
lomba-lomba ini diharapkan kaum muda dapat mengenang serta menghargai
jasa para pejuang yang telah menghadiahi kita Negara Indonesia dengan
kemerdekaan seutuhnya.
Setiap mahasiswa pasti akan mengalami yang namanya skripsi atau tugas
akhir untuk jenjang sarjana (S1). Mereka akan mempersiapkan proposal
skripsi untuk diajukan kepada dosen pembimbing. Tapi kadang skripsi
menjadi momok yang menakutkan untuk para mahasiswa, terutama pada saat
sidang ataupun takut salah pada saat menyusun skripsi.
Skripsi itu sendiri merupakan sebuah karya tulis ilmiah dan merupakan
tugas wajib mahasiswa semeter akhir, yang berisikan hasil penelitian
sesuai bidang keilmuannya masing-masing. Dalam menyusun skripsi setiap
kampus mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga kampus satu dengan
kampus lainya berbeda proses penyusunannya. Oleh karena itulah banyak
yang mencari contoh proposal skripsi yang baik.
Sebelum proses penyusunan skripsi dimulai, biasanya dilakukan
terlebih dahulu proses pembuatan proposal skripsi, hal ini bertujuan
untuk mengajukan penelitian yang akan dilakukan. Biasanya proses
pembuatan atau penyusunan proposal skripsi tidak berlangsung lama,
sekitar satu atau dua mingguan.
Definisi dan Contoh Proposal Skripsi
Contoh Proposal Skripsi – pixabay.com
Belajar membuat skripsi ataupun proposal skripsi harus dilakukan
sejak semester awalan, dengan banyak membaca contoh proposal skripsi
sehingga pada saat semester akhir mahasiswa tidak akan kewalahan dalam
menyusun laporan tersebut. Terus apakah proposal skripsi itu? Proposal
skripsi merupakan laporan usulan penelitian tugas akhir mahasiswa
(skripsi), dala sistematika penulisan proposal skripsi setiap kampus
akan berbeda, hal tersebut agar tiap kampus memiliki ciri khas
tersendiri dan juga mencegah adanya plagiat.
Apabila seorang mahasiswa telah selesai membuat laporan proposal maka
akan ada yang namanya seminar uji proposal (UP), biasanya seminar UP
dihadiri oleh mahasiswa dari semester 7 serta beberapa dosen penguji.
Jika uji proposal diterima maka akan lanjut ke tahap penelitian untuk
tugas akhir, namun jika gagal maka laporan proposal skripsi harus
diperbaiki lagi dan melakukan seminar uji proposal (UP) susulan.
Menurut bentuknya proposal skripsi terbagi menjadi dua bagian
diantaranya proposal skripsi mini dan proposal skripsi penuh, untuk
lebih lengkap definisinya bisa disimak dibawah ini:
1. Proposal skripsi mini
Proposal skripsi mini merupakan bentuk proposal yang terdiri dari
tiga bab skripsi menjadi satu bab, bentuk model proposal seperti ini
memiliki kelemahan, yaitu lamanya waktu penulisan skripsi, karena
setelah setelah mahasiswa mengajukan proposal penelitian, maka mahasiswa
harus mengerjakan bab-bab pada skripsi secara terpisah.
2. Proposal skripsi penuh
Proposal skripsi penuh merupakan bentuk proposal skripsi dengan
susunan dalam bentuk bab, dengan sistematika penulisannya pun dari bab
1, bab 2, bab 3 dan daftar pustaka. Namun ada juga kampus yang
menerapkan sampai bab 4, keuntungan penulisan proposal skripsi penuh
yaitu penyusunan skripsi semakin singkat, karena bab yang ada pada
proposal skripsi tersebut nantinya dijadikan sebagai bab skripsi itu
sendiri.
Tetapi setiap bab skripsi tersebut akan banyak perubahan dan revisi
sesuai peneliatian yang dilakukan. Dan kelemahannya dari bentuk proposal
ini, yaitu jika uji proposal gagal maka mahasiswa harus mengajukan
dengan proposal yang lain, dan mengikuti seminar susulan.
Baca Juga : Cara Membuat Daftar Isi Otomatis
Sistematika dan Contoh Penulisan Proposal Skripsi
Proposal Skripsi – pixabay.com
Sistematika penulisan proposal skripsi setiap kampus berbeda-beda,
dibawah ini adalah sistematika yang sering digunakan oleh berbagai
kampus: COVER LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Bag. Ladasan Teori
2.2 Kerangka Pikir BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2 Teknik Pengumpulan Data
3.3 Teknik Analisis Data
3.4 Analisis Sistem DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Penjelasan sistematika proposal skripsi
1. Cover Proposal
Cover proposal merupakan halaman depan yang pertama kali dilihat oleh
penguji, cover proposal skripsi berisi judul skripsi, nama penyusun,
nomor induk mahasiswa, logo universitas, nama program study, jurusan,
nama universitas, dan paling bawah tahun pembuatan.
2. Lembar Judul
Biasanya setiap perguruan tinggi berbeda-beda ada yang pakai ada juga
yang tidak pakai, lembar judul ini merupakan lembaran yang hanya berisi
judul skripsi yang diajukan.
3. Lembar Pengesahan
Lembar pengesahan merupakan halaman untuk mengesahkan skripsi yang
dibuat, biasanya pada uji proposal lembar pengesahan dibuat hanya saja
tidak dibubuhi tanda tangan dosen pembimbing. Namun, pengesahan proposal
skripsi biasanya hanya berupa acc dari dosen pembimbing utama di
halaman cover.
4. Daftar Isi
Daftar isi adalah daftar halaman dari isi proposal skripsi yang dibuat,
daftar isi dibuat agar pembaca atau penguji dengan mudah menemukan
bagian-bagian dari proposal skripsi.
5. Kata Pengantar
Kata pengantar berisi sebuah pernyataan pengantar dari penulis yang
menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari penulisan skripsi beserta
ucapan terima kasih dari penulis kepada pihak-pihak kampus dan
pihak-pihak yang membantu penulis.
6. Daftar Tabel
Daftar tabel merupakan daftar judul-judul tabel yang berada pada
proposal skripsi, daftar tabel berfungsi untuk mempermudahkan pembaca
dalam mencari tabel yang berkaitan dengan pembahasan.
7. Daftar Gambar
Daftar gambar merupakan daftar-daftar gambar yang berada pada selusuh
isi dari proposal, daftar gambar dipakai jika proposal skripsi terdapat
gambar jika tidak terdapat gambar sebaiknya jangan sisipkan lembaran
daftar gambar.
8. Daftar Lampiran
Daftar lampiran merupakan halaman yang berisi daftar-daftar lampiran
seperti lampiran surat penelitian, lampiran berkas, dan
lampiran-lampiran yang dibutuhkan dalam penyelesaian skripsi.
9. BAB 1
Bab 1 merupakan bab pendahuluan dari proposal skripsi yang didalamyan
berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan
penelitian, serta manfaat penelitian.
10. BAB 2
Bab 2 merupakan bab isi dari proposal, disarankan pada landasan teori
jangan terlalu banyak hanya yang dibutuhkan saja untuk proposal.
11. BAB 3
Bab 3 merupakan bab yang berisi metode penelitian seperti lokasi dan
waktu penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan juga
analisis sistem.
12. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi daftar bahan-bahan referensi atau literature yang
telah digunakan untuk penelitian. Referensi tersebut baik diambil dari
buku, jurnal, maupun sumber elektronik maka harus disertakan dalam
halaman daftar pustaka. Baca panduannya di artikel Cara Menulis Daftar Pustaka.
13. Lampiran
Lampiran merupakan halaman yang berisi scanan atau potokopi lampiran
berkas-berkas yang dibutuhkan untuk melengkapi data-data penelitian
dalam tugas akhir. Baik berupa surat penelitian ataupun berkas-berkas
dari tempat penelitian.
Langkah-langkah Membuat Proposal Skripsi yang Baik dan Benar
Menyusun Proposal Skripsi – pixabay.com
Ada beberapa langkah dalam menyusun sebuah laporan skripsi, diantaranya:
1. Pertama yang harus dilakukan sebelum membuat proposal penelitian
adalah mencari ide penelitian, apa yang akan di teliti dan menjadi
pembahasan dalam skripsi. Usahakan dalam pencarian ide penelitian
dilakukan jauh-jauh dipikirkan sejak semester-semester awal.
2. Mencari referensi atau study literatur sebanyak-banyaknya untuk
mendukung penelitian nantinya. Bahan-bahan referensi bisa berupa buku,
jurnal, maupun media elektronik, usahakan literature yang Anda cari
sesuai atau berhubungan dengan penelitian yang akan diajukan nanti.
3. Tentukan terlebih dahulu rumusan masalah berupa latar belakang
masalah beserta masalah, ini nantinya akan menjadi latar belakang
masalah dan rumusan masalah pada BAB 1 pendahuluan.
4. Buatlah tahapan-tahapan penelitian dengan menggunakan diagram alir.
5. Setelah menyusun tahapan-tahapan penelitian, setelah itu menyusun
metode penelitian untuk memecahkan rumusan masalah yang telah dibuat
beserta batasannya.
6. Jika rumusan masalan dan metode penelitian berhasil dibuat, maka
buat pula judul skripsi yang akan diajukan. Judul skripsi harus sesuai
dengan permasalahan diteliti, disarankan dalam membuat judul jangan
terlalu luas dan juga jangan terlalu sempit. hal tersebut agar nantinya
judul tidak menjadi penghambat penyusunan skripsi Anda.
7. Setelah memecahkan rumusan masalah dan menghasilkan judul,
susunlah BAB 1 dengan benar mulai dari latar belakang sampai tujuan
penelitian. Selanjutnya, pembuatan tinjauan pustaka. Dalam tinjauan
pustaka masukan teori-teori yang mendukung penelitian, dan nantinya
sumber-sumber teori tersebut dimasukan kedalam daftar pustaka.
8. Selajutnya lengkapi draft-draft bab yang telah dibuat. Agar proses
pembuatan proposal skripsi sesuai yang diharapkan usahakan untuk selalu
berdiskusi dengan dosen pembimbing, guna kelancaran skripsi Anda.
Kumpulan Contoh Proposal Skripsi
Kumpulan Contoh Proposal Skripsi – pixabay.com
Sebagai pelangkap artikel ini tentu tidak lupa akan saya berikan
beberapa contoh poposal skripsi yang sudah dibuat oleh mahasiswa dari
berbagai jurusan. Sebenarnya contoh skripsi bisa kamu dapatkan dengan
mudah di berbagai perpustakaan kampus. Biasanya berbagai jenis skripsi
tersimpan rapi di tempat tersebut, kamu bisa meminjam untuk dibawa
pulang untuk disalin.
Tetapi bila kamu tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukannya,
kamu bisa menggunakan contoh proposal skripsi untuk pengajuan skripsi
kamu. Meskipun tidak selengkap yang ada di perpustakaan kampus, beberapa
contoh proposal skripsi berikut mungkin bisa membantu dalam
menyelesaikan tugas kuliah.
Untuk contoh proposal skripsi berbagai jurusan bisa langsung anda download dibawah ini:
Contoh proposal skripsi hukum
Kampus : Universitas veteran
Contoh proposal skripsi pai
Kampus : STAIN Ponorogo
Contoh proposal skripsi bahasa indonesia
Kampus : UIN Sunan Kalijaga
Contoh proposal skripsi keperawatan
Kampus : Stikes Bina Sehat PPNI
Contoh proposal skripsi bahasa inggris
Kampus : Universitas Brawijaya
Sometimes relationships can seem like a lot of work until you sit
back and realize just how much you've been given. A thriving, healthy
relationship requires some give and take, and is absolutely within your
reach if you and your partner are willing to do a bit of work. If you
and your partner are right for each other, all the work will definitely
be worth it in the long run.
Part 1
Things You Must Do Independently
1
Take responsibility for your own happiness. Save
yourself several hours of arguing by remembering this one rule: it's not
up to anyone else to make you happy. In a relationship your partner
will try to please you and make you happy, but in the end you are
responsible for your happiness.
2
Make good on your words. Follow through on your
promises. When you say you're going to do something, do it. Don't say
that you'll cook dinner, or get a birthday present, and then blow it off
or simply forget about it. What this does is systematically destroy
trust. And relationships need trust in order to thrive.
If you're bad at remembering things, write it down on a personal planner or calendar, and set up reminders on your phone.
3
Admit your mistakes. If you know you've done something to hurt your partner, intentionally or not, own up to it.
Humble yourself and apologize sincerely, without making excuses or
justifications like "I'm sorry you made me angry." you have to be
responsible for your actions and cannot make anyone else feel guilty for
what you have done or didn't do.
Commit to changing your behavior. If you notice yourself apologizing
for the same mistake over and over, step it up a level. Tell your
partner that you recognized this mistake keeps happening, and you want
to train yourself to stop. Request help and ask for him or her to gently
point it out to you when you're making this mistake again.
4
Be realistic. Every relationship has disagreements
and days when staying isn't the easiest choice. But what makes a
relationship healthy is choosing to resolve those problems and push
through the hard days, instead of just letting issues and resentment
fester. working through your problems will help you be a much positive
person.
Review your expectations. Do you see your partner as a person, with
both winning qualities and flaws, or as someone you expect to be
perfect? If your expectations are so astronomical that no one could live
up to them 100% of the time, you're setting up your relationship for
failure. Learn to embrace their differences. You can learn a lot from
them.
Accept that conflict happens. If you expect to be in a long-term
relationship, you're bound to have the occasional disagreement. Remember
that one argument isn't the end of everything, and there's no person on
earth that you'd agree with all the time.
Always ask yourself whether you're better off in the relationship
than out of it. If you don't think you're better off in the
relationship, then you probably should have a serious discussion with
your partner. In a loving relationship, this question almost always gets
a simple "Yes."
5
Listen to your partner. Sometimes, all your partner wants is for you to lend an ear and be sympathetic
about one of their problems. Other times, your partner wants you to
actively give them advice. Know which one your partner is looking for,
and try to give them what they want. Being a good listener is all about
paying attention to what they're saying and not blowing it off.
You can always ask "Are you looking for advice, or do you just want to vent?"
Listening to your partner will enhance your relationship in many
ways. It will help you resolve differences without arguing; let you
explore each other's personality more deeply; and even help you pick out
an awesome Christmas present. There are no downsides to listening.
6
Show your affection in whatever way you can. There's a difference between knowing that you're loved and feeling
that you're loved. Sometimes, we bank on the fact that our partners
should know that we love them even when we don't show it. Don't rely on
this too much. The best relationships use affection to show love.
Do something for your partner that you know they will truly
appreciate. Whether it means getting up early to mow the lawn, taking
the kids to karate, or baking that nutella shortcake, it's often the little favors that say the most.
Don't be afraid to show physical affection every once in a while.
Loving relationships feed off of the little kisses, hugs, and back-rubs
that are mainstays of affection.
Do the unexpected. It's one thing to kiss your partner after you
come home from work; it's another thing to kiss your wife while you're
skydiving, falling 10,000 feet (3,048.0 m) from a plane. It's the
thought that counts, so put a little effort into it for huge returns.
7
Be loyal. Make sure they know that you will always be
there for them. Put them first in your life as much as you possibly
can. Not that you have to only see them ever, or never talk to anyone
else, but they should know that they can always count on you. Also,
expect the same loyalty from them. You deserve to feel prized in the
relationship just as much as them.
8
Do not ever hide anything from your partner.
Especially your feelings about them and your relationship—whether good
or bad! This way you will be able to overcome all the difficulties and
challenges together. If something bad happened in your past that still
affects you in the present, they need to know about it.
You should be able to discuss your sexual history. It is an
obligation before you decide to be sexually involved with your partner.
But you should make them feel safe and free from judgment, and you
should expect the same from your partner.
9
Give them some space. Everyone needs their own
privacy and some freedom, so don't constantly watch everything they do.
Everyone hates to be watched, stifled and controlled.
Do not ever spy on your partner (reading their phone, stalking them
on social networks, following them around). If they are cheating on you,
you will find out. These things cannot be kept secret for very long.
But if you spy on them and they are innocent, you will lose their trust
and respect forever.
10
Express your feelings towards them. Always remind
your partner of how much they mean to you, and what they represent to
you. Women are not the only ones who need expressions of love and care,
men need that too.
If you have a problem, you need to let them know—preferably in a clear and calm manner
without any yelling or blaming. If your partner says `Are you OK?` and
you answer yes, do not expect them to understand that you really meant
no. Be honest and open.
Let them know it is safe to open up to you about what they are
feeling. Reward their trust in you by sympathizing with them and, but
you don`t need to say much, just listen.
Don't let fear of losing them stop you from expressing your
feelings, or spend every minute fearing the huge pain that might cause
you. Enjoy each wonderful moment as it happens, and realize that there
will never be another one just like it.
A solid relationship should be based on mutual respect; if you are
constantly trying to pull them down with you, this means you don`t
respect them enough to want them happy. If you're having serious issues
with depression, self esteem, or mental illness, start seeing a
counselor.
11
Encourage your partner. Encourage their efforts and
successes in their work/study. This shows how much you care about them
and believe in them. It will also make their feelings towards you grow
even stronger, and they'll know that they can count on you for support
12
Always make sure to notice your partner and compliment them.
It will make them feel appreciated. Has your partner got a new dress or
has changed their hairstyle? Tell them how much you like it. It will
make their day.
13
Keep sweet talking. A simple 'Good morning
Beautiful/Handsome' would be an amazing start to your partner's day.
Send texts like "I miss you babe" when you miss them. They would
definitely feel more loved.
Let’s be honest, success is hard. Not complicated, just hard.
It’s hard because we’re wired to look for quick fixes, easy outs and ways to keep from failing.
And it’s not our fault. Our brain wants to use the path of
least resistance. If we really want to be successful, we have to go
against our nature and challenge the two most common barriers that knock
us off course:
Chasing “magic bullets”
Fearing failure
Today, I want to rewire how you think about success and help you break down these barriers once and for all.
Success Barrier #1: Chasing “Magic Bullets”
A magic bullet is the ONE THING you think will help you achieve your
goals. Marketers know how powerful magic bullets can be. Hence the
millions of websites shouting taglines like, “THE ONE SUPERFOOD YOU MUST
EAT!!!”
Here’s a classic example from the fitness world:
You know Dwayne “The Rock” Johnson?
Some guys claim they’d “kill to have his arms” or “do anything” to be as strong as him.
Those same guys ask “How can I get huge like you? Tell me your secrets, PLEASE!”
The truth is, he doesn’t keep secrets. In fact, he’s released his
full diet and exercise regimen online and in interviews many times.
When people find out what he eats and the type of exercises he does, their reaction is shock and anger.
Immediately, they attack him.
“You eat 6,000 calories a day and 10 pounds of food!?!”
“That’s ridiculous to work out 4 hours a day!”
“Who has time to eat and workout like that!?”
The answer to all of the above: You’d do that too if you really wanted to be that big.
Honestly, what did they think he was going to say? “Well, it really comes down to my Acme brand gloves.”
He’s that big because his diet and workouts are INSANE. That’s what it takes to be the best at what you do.
We think there must be some secret he’s not telling us because most of us are looking for that magic bullet. A quick fix to make us successful.
Whether you’re trying to start a business, find a great job or improve your fitness…MAGIC BULLETS DON’T EXIST.
Rather than feed you lies about how you can do JUST THIS ONE THING to
be successful, I’d prefer to tell you the truth about how hard success
is — then show you the exact roadmaps to get there (more on that soon).
Success Barrier #2: Fearing failure
Fear of failure is a very real thing. And it holds us back in a lot of ways.
For example:
We don’t apply for that job because we’re sure there’s “no way” we can get it.
We don’t talk to that girl (or guy) because she’s “out of our league.”
We don’t take that course that could potentially change our lives because “what if it doesn’t work for me?”
My good friend, James Altucher, the author of the popular book Choose Yourself and a successful entrepreneur who has failed MANY times, sat down to talk about this with me.
Pay close attention to what James says at 0:40 (He mentions that even
the most successful people have fear…but unlike most people, they
choose to use fear in a way that helps them get ahead):
The truth is that we have to fail to succeed. So anytime we face
failure, we should reframe as a source of feedback and a way to succeed
next time we try. Not a reason to give something up.
So once we get past these barriers, how do we get there? How do we actually become successful?
The Roadmap for Success
Here is my roadmap for success — 3 strategies you can use to get the most out of your life.
These aren’t shortcuts. Hard work is still required. But they will compound your rewards.
Success Strategy #1: Find a mentor — how one email can get you life-changing advice
Life is full of tough choices:
Should you choose the well-paying job with the Fortune 100
company…or work for that start-up that might not be around in 18 months?
Should you go back to school for an MBA or study online?
Should you move to a bigger city or stay where you are where you have some contacts and friends already?
The right path for you isn’t always clear.
The good news is there are people who’ve already walked down all of
the paths and they can tell you what to expect. This is why you need to
find a mentor. One call or email from them can save you YEARS of
struggle and frustration of dealing with a bad decision.
A counterintuitive fact is that mentors don’t always have to be
people you meet face-to-face. You can get access to successful mentors
from the books or blogs you read.
With a $10 book (or free from the library) and 2 hours of your time,
you can learn from a lifetime of someone’s work and expertise. I’ll take
that ROI any day.
To take this idea to the next level, you can actually follow up with the authors you read.
It’s as simple as sending a quick note to thank them for writing the
book and telling them specifically how you’ve found success through
their advice.
They love this! (Trust me, any time someone emails me about my book, I’m thrilled!)
And it separates you from 99% of people who either 1) don’t read or
2) do read but never take action on the material they come across.
(BONUS: Click here for the exact word-for-word scripts to meet with someone you admire.)
NOTE: Before doing this, you should have crystal clear expectations
for what a mentor will provide for you. Here are a few things to keep in
mind:
Don’t focus on getting paid. You want to optimize
for learning, and make sure that the mentor knows this. If they offer to
pay you for work, that’s fine, but certainly don’t ask for this up
front.
NEVER ask a mentor a question Google can easily answer for you.
Do your homework before you ask busy people for answers. If Google
could provide the answer in 20 seconds, don’t waste your mentor’s time.
You want them to help you solve complex and really meaningful problems
in your life instead.
Put in the work up front. I always say that if you
put in 10x the work that leads to 1000x the results. So don’t slack or
half-ass your way through assignments or projects. Focus on becoming
world class and absorbing all the knowledge you can from them.
If you feel like you’re not getting valuable experience, don’t feel like you have to keep the relationship going.
Don’t just disappear and not return their calls and emails. But
certainly don’t waste either of your valuable time. Communicate your
feelings and move on.
Success Strategy #2: Be unique — don’t play the same game as everyone else
As an undergrad at Stanford, I watched people apply to jobs the normal way and get rejected for job after job.
Then I realized if you learn to play a completely different game than
everyone else, you don’t have to worry about beating your
competition…because you don’t have any!
This is how I got a job offer from Google. I asked myself “What does
everyone else do to get hired and how can I set myself apart?”
Answer: most people send in their resume and wait for a call back.
To separate myself from the group, every week I sent an analysis to the guy who had the job I wanted.
He eventually noticed me and realized my burning desire to work
there. When a position opened up, I was naturally the first person he
thought of.
I successfully scored an interview by playing a completely different
game. I never sent in a resume and sat around waiting for a phone call,
but I did get the job.
I broke all the rules, and, sometimes, that’s exactly what it takes to succeed.
Ask yourself:
“What can I do that would make me a clear, standout winner?”
“Who is good at this that shouldn’t be and how can I learn from their techniques?”
Often these questions show you how to develop a better strategy than
everyone else — so instead of hoping things work out you can actually
get ahead. Try using these questions to be different and have a better
strategy the next time you try something new.
Success Strategy #3: Take action — Set a goal, test solutions and get feedback
Lastly, once you have an idea of what you want to do in life — whether it’s finding a Dream Job or starting a business of your own — take action toward your goal and pay attention to the feedback you receive at every step. It’s really that simple.
I try to look at things as if I’m a scientist, conducting an experiment. I did x. Was it successful? Did I get the result I wanted? Why or why not?
Then, I make corrections for next time, and move on.
This may sound like I’m skimming over what we need to do here.
But the reality is it’s much better to take action and learn from our
mistakes than to sit on our hands and dream of all that could be.
Success really isn’t about being catapulted into the stratosphere
overnight. It’s about taking consistent action, testing different
options, and seeing the results.
In fact, you can start implementing some life-changing tests in your life today…
Here’s how: I asked 15 of the world’s top experts — people like Neil
Patel, Noah Kagan, BJ Fogg and Josh Kaufman — to share some of the best
tests they’ve run.
These are the exact tests that’ve helped them become wildly successful.
And I put them together in this free guide for you.
Knowing how to make a basic vanilla ice cream will serve you well
in life. This is what makes a slice of birthday cake, a wedge of
Thanksgiving pie, or even a simple banana split on a hot summer night
feel extra special and extra memorable. Plus, once you master this
recipe, you're well on your way to inventing your own flavors and making
the ice cream of your dreams.
Vanilla ice cream with an egg custard base isn't particularly
hard, but it can feel that way the first time you make it. Here's a
straightforward guide through all the tricky steps so you know exactly
what to do and what to expect along the way.
This ice cream is a classic, if not the classic. It
uses egg yolks to both thicken the milky ice cream base and give the
finished ice cream a richer taste and creamier mouthfeel.
The more egg yolks you use, the richer and creamier your ice
cream — use fewer yolks and your ice cream will taste lighter and more
milky, but will also be a bit less smooth. Personally, I like a ratio of
four yolks to three cups of dairy. I think this makes a solidly
decadent ice cream without making it taste overly eggy.
Watch Out for Curdled Eggs
Using eggs to make ice cream, while delicious, does requires some
caution. When heating the eggs along with the milk and sugar to make
the base, it's easy for your attention to wander, resulting in little
curdles of cooked egg in your ice cream.
But never fear! There are a few built-in safeties to prevent this from happening:
Temper the eggs: After warming the milk on its own,
whisk just a small scoop of the hot milk into the eggs and sugar. This
warms the eggs just a bit, making them less likely to curdle when you
stir them into the pot with the rest of the milk and then start cooking
everything over direct heat.
Heat the base slow and low: Once you start cooking the
ice cream base — the mix of milk, eggs, and sugar — on the stove, keep
the heat low and heat everything slowly. Keep stirring, scraping the
bottom and sides of the pot, so the mixture cooks evenly and the bottom
doesn't scorch. It's tempting to turn up the heat to make this step go
faster, but try to resist! Keep slowly cooking the base until it's
thickened enough to coat the back of the spoon.
Strain the finished custard: As a final fail-safe, just
in case your eggs did start to curdle a little, strain the base before
churning the ice cream. Any accidental bits of curdled egg will get
caught in the strainer — not in your ice cream.
This is all to say, don't let the fear of curdled eggs keep you
from making this ice cream. Keep your wits about you and an eye on the
pot, and you'll be fine.
If eggs just aren't your thing, try this egg-free version:
The finished ice cream is a two part process: First you churn the
ice cream base in an ice cream maker until it's roughly the consistency
of soft-serve, then you freeze it until hard. Of course, if you want
soft serve, then you can eat it right away! But most of the time,
you'll want to transfer the just-churned ice cream to a freezer
container and freeze it at least four hours or overnight (which is even
better) before serving.
Why Churn the Ice Cream at All?
Churning begins the freezing process, breaking up ice crystals as
they form and incorporating some air into the thickening ice cream. If
you freeze the ice cream without churning, it will freeze into a solid,
icy brick — not very conducive to scooping out perfect ice cream balls
for your sundae.
Don't Forget to Freeze the Ice Cream Bowl
If your ice cream maker has a bowl that needs to be frozen before
churning, be sure to stash it in the freezer at least 24 hours before
you plan to make your ice cream. If that bowl is less than ice cold, the
ice cream won't churn properly and will harden into a solid brick in
the freezer instead of a scoopable frozen treat.
Sebelum mengenal rumus-rumus excel 2007, hal pertama yang perlu Anda
ketahui adalah bagaimana menuliskan rumus excel agar bisa benar.
Cara 1: Menulis rumus dengan mengetikkan angka langsung
Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan
Pada formula bar, ketikkan = 5000000+3500000, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini cukup mudah kalau rumusnya sederhana dan pendek serta angkanya tetap.
Cara 2: Menulis rumus dengan menggunakan alamat sel
Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus ditampilkan
Pada formula bar, ketikkan = C4+C5, lalu tekan tombol enter.
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat bermanfaat jika datanya sering berubah.
Cara 3: Menulis rumus dengan bantuan mouse
Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan
Ketikkan = , kemudian pilih dan klik sel C4
Ketik +, kemudian pilih dan klik sel C5
Tekan tombol enter
Note : Menulis rumus dengan cara ini sangat dianjurkan karena memperkecil kemungkinan salah ketik alamat sel.
Nah... bagaimana mudah bukan cara menuliskan rumus excel, jika Anda
sudah mahir dalam menuliskannya sekarang mari Kita lanjutkan
pembahasannya.
Operator Matematika yang Sering Digunakan (Rumus Dasar)
Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Excel ini, karena setiap
tabel dan dokumen yang Kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus
dan fungsi. MS Excel memang sangat diunggulkan dalam menampung data-data
yang bersifat numerik. Maka dari itu, di dalam MS Excel pun terdapat
Operator dasar Matematika dan ini biasanya disebut sebagai rumus
standar. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam Rumus Microsoft Excel adalah sebagai berikut:
No
Operator
Fungsi
Contoh
Penggunaan
1
+ (ikon plus)
Penjumlahan
=A1+A2
2
- (ikon minus)
Pengurangan
=A3-A4
3
* (ikon bintang)
Perkalian
=A5*A6
4
/ (ikon garis miring)
Pembagian
=A7/A8
5
^ (ikon caret)
Pangkat
=A9^2 (angka berapapun yang berada di cell A9 akan dipangkat 2
6
% (ikon persen)
Prosentase
=A1*10% (gunakan sesuai dengan kebutuhan)
Tabel Operator Matematika (Rumus Dasar Excel)
Tidak usah bingung, sekarang perhatikan gambar tabel yang ada dibawah ini.
Penjelasan Gambar Tabel Diatas :
Mengisi Kolom Diskon
Untuk mengisi kolom diskon berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.
Klik pada kolom yang akan diisikan Diskon Rp. (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah G6, silahkan aktifkan kolom G6)
Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali
menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
Kalikan kolom E6 dengan F6 untuk mengetahui hasil persennya, bentuk penulisannya adalah =E6*F6
Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat
angka 30,000 pada kolom G6 tadi (30,000 adalah 20% dari 150,000)
Untuk menghitung rumus Diskon Rp. selanjutnya, silahkan copy format
dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian tarik
hingga kolom G15.
Tips : Anda bisa langsung klik kolom yang akan dikalikan tanpa harus susah payah mengetik kolom yang akan dihitung satu persatu.
Mengisi Total Bayar
Nah setelah selesai mengisi kolom Diskon Rp. sekarang lanjutkan dengan mengisi kolom Total Biaya.
Klik pada kolom yang akan diisikan Total Bayar (pada contoh ini sel yang akan digunakan adalah H6, silahkan aktifkan kolom H6)
Awali dengan menuliskan "=" (setiap rumus excel harus diawali
menggunakan operator = tanpa tanda kutip agar dikenali sebagai fungsi)
Pada kolom H6 Kurangkan kolom Biaya (E6) dengan kolom Diskon Rp.
(G6) untuk mengetahui hasil pengurangannya, bentuk penulisannya adalah =E6-G6
Kemudian tekan enter untuk mengetahui hasilnya, maka akan didapat hasil 120,000 pada kolom Total Bayar yang pertama.
Untuk menghitung rumus Total Bayar selanjutnya, silahkan copy format
dengan cara drag pada rumus yang sudah selesai dikerjakan kemudian
tarik hingga kolom H15.
Tips
: Untuk melanjutkan mengisi kolom jumlah di bawahnya (kolom H7 dst),
kita cukup memblok cell yang telah berisi rumus operator perkalian,
arahkan kursor ke pojok kanan bawah cell/kolom. Tunggu hingga kursor
berubah menjadi ikon (+). Setelah itu, click dan tahan lalu drag/geser
ke bawah. Dengan demikian, kita telah meng-copy rumus tadi dan telah
disesuaikan perubahannya untuk kolom yang akan dikalikan lagi.
Mengenal Fungsi atau Rumus Microsoft Excel
Setelah mengenal Tipe Data Microsoft Excel, dan bisa memulai menggunakan aplikasi excel sekarang Kita coba bahas rumus excel yang sering digunakan dalam dunia kerja atau administrasi perkantoran.
1. Fungsi Average
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=AVERAGE(number1, number2,…),
dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan
dicari nilai rata-ratanya. Misalnya untuk mengisi nilai rata-rata dari
range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =AVERAGE(E8:G8) kemudian
tekan tombol Enter.
2. Fungsi Sum
Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1, number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. Misalnya untuk menjumlahkan range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =SUM(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
3. Fungsi Max
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MAX(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Misalnya
untuk mencari nilai maksimal dari range data E8 sampai G8, maka
rumusnya adalah =MAX(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
4. Fungsi Min
Fungsi
Min adalah kebalikan dari fungsi Max, jika fungsi Max untuk mencari
nilai tertinggi atau maksimal maka Min adalah untuk mencari nilai
terkecil atau minimum dari sekumpulan data numerik. Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MIN(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Sebagai contoh untuk mencari nilai terendah dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =MIN(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
5. Fungsi Count
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari suatu range yang kita pilih. Bentuk umum penulisannya adalah ;
=COUNT(number1, number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dihitung jumlah datanya. Sebagai contoh untuk menghitung jmlah data dari range data E8 sampai G8, maka rumusnya adalah =COUNT(E8:G8) kemudian tekan tombol Enter.
6. Fungsi Logika IF
Fungsi
ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu.
Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan
bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi
(pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi
= Sama dengan
< Lebih kecil dari
> Lebih besar dari
<= Lebih kecil atau sama dengan
>= Lebih besar atau sama dengan
<> Tidak sama dengan
Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah ;
=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false), artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan. Perhatikan contoh berikut:
Contoh logika IF
Kolom
keterangan diisi dengan ketentuan, jika kolom TANDA sama dengan K, maka
keterangannya KAWIN, jika tidak, maka keterangan berisi TIDAK KAWIN.
Ini dapat diselesaikan dengan rumus =IF(C3=”K”, “KAWIN”,”TIDAK KAWIN”).
Pada rumus diatas Kita lihat bahwa jika datanya bertipe Teks/alpha
numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain halnya dengan tipe data
numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Nah sekarang bagaimana
jika ada beberapa kondisi/bertingkat (IF Bertingkat) seperti pada kasus
nilai mahasiswa. Tidak perlu khawatir, langsung saja perhatikan gambar
diatas pada tabel sebelah kanan. =IF(H3>=81,"A",IF(H3>=66,"B",IF(H3>=56,"C",IF(H3>40,"D","E")))),
hal yang sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan,
dengan ketentuan, Jika nilai hurufnya sama dengan “A” maka keterangan
“SANGAT MEMUASKAN, jika “B” maka “MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”,
dan jika “D” maka bernilai “KURANG”, selain dari itu, maka bernilai
“GAGAL”. Nah sekarang sudah paham kan bagaimana cara menggunakan fungsi
IF, sekarang langsung dipraktekkan deh supaya tidak lupa. Semoga
Tutorial Belajar Microsoft Excel kali ini bisa membantu rekan-rekan
sekalian, jika ada yang perlu ditanyakan silahkan hubungi Saya melalui
Email, Google+, Facebook dll.